Menjadi Seorang Problem Solver yang Profesional

Dalam setiap bidang kehidupan, kita harus menjadi seorang problem

solver yang profesional. Namun dalam kenyataan tidak banyak orang

yang berhasil, malahan mereka menjadi frustrasi dan kemudian

menyalahkan lingkungan atau faktor-faktor di luar pengendalian

(uncontrollable causes), yang pada akhirnya berakibat pada Stress

(lulus S1), lalu meningkat menjadi Stroke (lulus S2) dan pada

akhirnya mengakibatkan Stop—kematian (lulus S3), dari Universitas

Kehidupan!

Penulis selalu menggunakan pendekatan yang terdiri dari tiga langkah

untuk menyelesaikan masalah, dan dalam praktek terbukti ampuh! Dengan

demikian konsep problem solving ini bukan teori belaka, tetapi telah

terbukti keberhasilannya. Jika konsep ini diterapkan dan tidak

berhasil, maka kesalahan bukan pada konsep ini tetapi karena

ketidakprofesionalan semata dari orang yang menerapkan konsep ini.

Ketiga langkah tersebut adalah: (1) mengidentifikasi masalah secara

tepat, (2) menemukan sumber dan akar penyebab dari masalah itu, dan

Read more »

Nelpon Orang Capek Juga

Hui……..

ternyata nelponin orang capek juga ya. Baru saya rasaain, dari kemaren cuma “nonton”-in teman nelponin cabang buat supporting. Mulai dari hari Rabu kemaren, saya “masuk” jadi supporting untuk satu prosess yang harus diselesaikan segera(closing system). Huh.. langsung angkat telepon, telpon sana- sini, tanya ini itu, progresnya sudah sampai mana.

Kebetulan di hari pertama semuanya berjalan lancar, semua proses berjalan sesuai rencana. Tapi, hari ini, ada beberapa kendala di cabang. Tidak bisa proses, komputer kena virus, dll. alhasil, system sudah berhasil berjalan, tetapi belum bisa melakukan proses closing. Dan, Sabtu kudu masuk untuk menyelesaikan pending-an yang belum selesai…

Oracle Relasional Database

Sebelum membahas berbagai jenis perintah SQL akan lebih baik kalu kita becara tentang Relational Database dan Relation Database Management System atau biasa di kenal dengan RDBMS

 Relational Database sebenarnya adalah salah satu konsep penyimpanan data, sebelum konsep database relasional muncul sebenarnya sudah ada dua model database yaitu Netwok Database dan Hierarchie Database. Dalam database relasional, data disimpan dalam bentuk relasi atau relationship, sehingga sering kita baca diberbagai literature, database didefenisikan sebagai “kumpulan dari sebuah table yang saling berhubungan atau berkaitan”. Nah, kumpulan data yang diorganisaksikan sebagai table tadi disimpan dalam bentuk data elektronik di dalam hardisk computer. Untuk membuat struktur table, mengisi data ke table, mengubah data jika diperlukan dan menghapus data dari tablel diperlukan software. Software yang digunakan membuat table, isi data, ubh data dan hapus data disebut Relational Database Managemen Systeme atau dikenal denga singkatan RDBMS sedangkan perintah yang digunakan untuk membuat table, isi, ubah dan hapus data disebut perintah SQL yang merupakan singkatan dari Structure Query Language. Jadi, setiap software RDBMS pasti bisa digunakan untuk menjalankan perintah SQL. 

Sebenarnya fungsi RDBMS bukan Cuma buat table, isi data, ubah dan hapus data, untuk manajemen data dalam skala bersar dan agar bias mendukung proses bisnis ang kontinyu adan real time suatu RDBMS dituntut untuk mempunyai kemampuan manajemen user dan keamanan data, backup, recovery data serta kemampuan lainnya yang berkaitan dengan kecepatan pemprosesan data(performance). 

Salah satu software rdbms yang ada dipasaran saat ini dan cukup banyak digunakan adalah Oracle Database.

USER dan Schame Database Konsep User

Setiap oran gyang akan mengakses ke suatu database Oracle harus memiliki database user account atau biasa dikenal dengan user name. pada database Oracle, user ada di dalam database, artinya user

Read more »

Collection

Collection adalah sebuah object yang mengumpulkan beberapa element menjadi satu unit.

Collection digunakan untuk menyimpan, mengambil, memanipulasi dan untuk menghubungkan/ menggabungkan data.

Ada beberapa type collection di java, antara lain:

- Set

- LinkedList

- Queue

- Stack

- ArrayList

- Vector, dll

Intinya

- Set sama dengan List, tetapi tidak ada duplicate entry

- List: secedar list(Koleksi) dari Object, bisa duplicate entry

- Map: key-value pair

Dari tiga hal di atas (interface) baru masing-masing ada implementasi specificnya tergantung kebutuhan (bisa dilihat di javadoc)

Misal:

ArrayList adalah implementasi dari List yang unsynchronized.

Vector adalah implementasi dari List juga yang synchronized.

Begitu juga HashMap (unsynchronized) dan HastTable(synchronized).

HashMap dan HashTable merupakan implementasi dari Map( Key-Value) yang implementasi algoritmanya berupa hash (bucket). Kalau TreeMap pakai algoritma Tree structure.

Interface, Class, dan Object

bingung antara interface, class & object, saya coba tanya sama Pak Tonny Kohar, jawaban beliau sbb:
Interface adalah antarmuka dari suatu tipe/type. Interface tidak bisa berdiri sendiri, harus ada Class yang mengimplementasi dari interface tsb.

Class adalah implementasi konkrit dari suatu interface. Sedangkan Abstract Class adalah implementasi abstract (tidak konkrit) dari suatu interface. Class/Abstract dapat juga disebut sebagai template/definisi dari suatu Object. Class/Abstract tidak harus mengimplentasi suatu interface

Object adalah instance dari suatu Class

Biasanya di Object Oriented semua di mulai Interface -> Abstract Class -> Class

Contoh untuk membuat Object Oriented tentang Animal

ada interface Animal (bukan class) dengan behaviour

- jenis

- suara

public interface Animal {

public String getJenis();

public String getSuara();

}

Nah di interface ini tidak di implementasikan dulu karena masih sangat2 belum jelas / abstract (bedakan dengan Abstract Class) ini adalah binatang apa

Kemudian di implementasikan ke Abstract Class eg: Mamalia, Reptil, Unggas, yang belum konkrit (Abstract Class) karena di behaviour suara belum jelas (belum bisa di definisikan secara konkrit), tapi di definisi jenis sudah bisa di definisikan dengan jelas

Read more »

Database basic in SAP

All enterprise applications like SAP are essentially made up of programs along with the data that are both used by and created by those programs. In the case of an SAP component or product like ECC, the programs and data reside together in the same database. Given its fundamental station in the life of an SAP system, it is important to therefore understand the overall role of the database. This hour explores the different features and structures in a database.

Relational Database Management System (RDBMS)

The SAP database contains literally thousands of tables that store information. Some products like ECC and R/3 have more than 30,000 tables in fact, whereas other products like CRM might have fewer than 10,000. Regardless of the number, these tables are tied to each other through established relationships. This connection of multiple tables through relationships creates what is known as a Relational Database Management System (RDBMS).

An important benefit in the design of an RDBMS is that it eliminates redundancy. To understand this better, look at the concept of an RDBMS using the phonebook example. In this example, the phonebook represents a table that stores the names, addresses, and phone numbers for everyone in your city. Say that you obtain a different phone book for your same city, one that includes email and website addresses along with the other data. Now you have two separate tables that store much of the same information, although the second source includes data not available in the first. Read more »

ERP Implementation

Aside from being a major capital expenditure, ERP software requires the refinement of business methods. Considerable planning needs to take place before Enterprise software can be successfully implemented. In most businesses, ERP implementation will take anywhere from 3-12 months. A typical ERP software implementation is intensive. It usually includes the following steps:

  • Project planning
  • Choosing an Enterprise software selection/review team
  • Select which products and providers to review (this is where we can help)
  • Business and operational analysis
  • Identification of best practices
  • ERP software evaluation, including:
  • RFP creation (in some cases)
  • Demo-testing
  • Selection of a software vendor
  • Joint creation of a detailed implementation plan
  • Installation and configuration
  • Mapping of business requirements and best practices to software (customization)

Read more »